Rabu, 03 Agustus 2011

Pengurus KTNA Sulsel 2011~2016



SUSUNAN PENGURUS
KELOMPOK KTNA SULAWESI SELATAN
MASA BHAKTI 2011 – 2016
I.  
DEWAN PEMBINA


Ketua
Gubernur Sulawesi Selatan


Wakil ketua
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan


Wakil Ketua
Ketua DPRD Sulawesi Selatan


Wakil Ketua
Sekretaris Daerah Prov Sulawesi Selatan


Anggota
1.      Kepala Bappeda Prov Sulawesi Selatan



2.      Kepala Dinas Pertanian TPH.



3.      Kepala Dinas Peternakan dan Keswan.



4.      Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan



5.      Kepala Dinas Perkebunan



6.      Kepala Dinas Kehutanan



7.      Kepala Badan Ketahanan Pangan



8.      Kepala Dinas PU Pengairan



9.      Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah



10.  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan


II.                 
DEWAN  PERTIMBANGAN ORGANISASI


1.      H. Opu Sidik



2.      H. Musyafir  Kelana  Arifin  Nu’mang, S Sos.



3.      H. Sopyan Sopamena, S.E.
4.      Imam Wibisono



    I.            PENGURUS

1.      Ketua
H. Abd. Rahman Dg. Tayang, S.H.I.
Takalar

Ketua I
Muh. Yunus, S.E.
Bone

Ketua II
Andi Ampanangi, B.E.
Luwu


Ketua III
Drs. Tahang, M.Ed.
Enrekang

Ketua IV
Muhammad Rum
Palopo

Ketua V
Hj. Andi Novrita A Langgara
Bantaeng

Ketua VI
Kusnadi DL
Gowa

Ketua VII
Marni, S.Pd.
Bulukumba

Ketua VIII
Drs. Andi Subur Toro
Barru

2.      Sekretaris
La Tellese
Sidrap

Wakil Sekretaris
Drs. Muh Asri
Bantaeng

Wakil Sekretaris
Drs. Mappaita Awe
Takalar

Wakil Sekretaris
Ir. Syaharuddin
Wajo

3.      Bendahara
Drs. Kaharuddin  Nur DM
Gowa

      Wakil Bndahara
H Masri HB
Bone

Wakil Bendahara
Hj. Jumatiah
Makassar

1.      Bidang -bidang



a)      Bidang Pertanian


1.      Kamaruddin, S.Pd.
Enrekang


2.      Andi Iskandar
Luwu


3.      Andi Ishak Ahmad, S.E.
Bulukumba


4.      H. Bukramang
Sidrap


5.      Muh Arsyad
Bantaeng


6.      Drs. Duser, S.E
Palopo


7.      M Jufri Basri
Pinrang

b)     Bidang Kelautan dan Perikanan



1.      H. Badaring
Parepare


2.      Drs. Baharuddin Lalang
Jeneponto


3.      Ir. H. Mustam
Sidrap


4.      Syamsuddin Lantara
Bulukumba


5.      H. Hasbi
 Luwu Timur


6.      Ihsan
Wajo


7.      Diana Dg Ngai
Takalar

c)      Bidang Kehutanan



1.      Drs. Andi Ridwan
Bulukumba


2.      H. Ambo Lappi
Luwu Timur


3.      Bunga Jumania, S.Pd.
Parepare


4.      Burhani
Bantaeng


5.      Aziz Bali
Takalar


6.      Galib Sappe
Barru


7.      Benyamin Sampe
Toraja Utara

d)     Bidang Industri Perdagangan dan Koperasi


1.      Tarakka
 Pinrang


2.      H. Hery P.
Sidrap


3.      Drs. A. Bahtiar
Soppeng


4.      Nurmiati Unde
Pinrang


5.      Kamil
Bulukumba


6.      Ramlah
Maros


7.      H Abd Rahman
Makassar

e)      Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Kepemimpinan



1.      A Agussenge Ibrahim BM,SE
Pinrang


2.      H Arifai
Sidrap


3.      Mawardi
Bulukumba


4.      Ir. Abd. Rajab R.
Enrekang


5.      Ambo Ala
Wajo


6.      Ernawati, S. Pd.
Gowa


7.      Abd Gaffar
Makassar

f)       Bidang Hukum dan HAM


1.      H. A. Syamsul Fajar
Bantaeng


2.      Drs. Husain
Palopo


3.      Rojoniati, S.P., M.P.
Luwu


4.      Ramli
Luwu Utara


5.      Syuaib, S.Pd.
Bulukumba


6.       Eliaspasalli
Toraja Utara


7.      Nasrullah Dg Lawa
Takalar

g)      Bidang Pemberdayaan wanita


1.      Hj. St. Hasnah, S.Pd.
Takalar


2.      Sri Rustiani, S.Pd.
Luwu


3.      Herawati
Pangkep


4.      Nursiah N.
Sinjai


5.      Hasnah Tinggi
Sidrap


6.      Maisyarina
Palopo


7.      Suriani, SP
Barru

h)     Bidang Pemberdayaan Pemuda


1.      Akhsan
Barru


2.      H. Jumadil
Pinrang


3.      Muh. Asri
Bulukumba


4.      Drs. Sulaiman Kitta
Jeneponto


5.      Wellang Tellese, S.E.
Sidrap


6.       Sultan Demmu
 Soppeng


7.      Ahmad Ahmadi
Bone



i)        Bidang Media Komunikasi dan Informasi


1.      Kahar
Maros


2.       Haeruddin
Makassar


3.      H. Zainuddin Nuji
Gowa


4.      Mardia, S.Pd.
Bantaeng


5.      Ilham Maddo, S.E.
Sinjai


6.      H M Yusuf Kalettu, S.Pd.
Sidrap


7.      Drs Abd Karim Mabe
Gowa

j)       Bidang Lingkungan Hidup


1.      Drs. Rahmat
Luwu Utara
 

2.      Syamsuddin
Barru


3.      Hj. Yumming, S.Pd.
Pinrang


4.      Usman Situru
Jeneponto


5.      Ruth Alik
Tator


6.      Sucipto Langsang, S.P.
Bone


7.      Syamsuddin Dg Nyarrang
Gowa

k)     Bidang Penelitian dan Pengembangan


1.      Muhtar
Sinjai


2.      Ir. Paulus Saranga, M.Ed.
Tana Toraja


3.      Samsul Jamal
Maros


4.      Muh. Jufri Rate
Gowa


5.      Heri Bertus
Tator


6.      Mursalim
Palopo


7.      Tetty  Rante Labi
Toraja Utara

---------------------------------------------------------------------------
MAJELIS PIMPINAN REMBUG (MPR)







   




Muhammad Yunus, S.E.
Ketua/Anggota




La Tellese
Sekretaris/ Anggota




Andi Ampanangi, BE
Anggota




Marni, S.Pd.
Anggota




Drs. Kaharuddin Nur DM
Anggota
Diserahkan Gubernur Sulsel
HMJ Raih Peniti Emas KTNA




PALOPO-- Atas keberhasilannya membina kelompok tani nelayan, Sekretaris Kota (Sekkot) Palopo, HM Jaya SH MSi, menerima peniti emas dan penghargaan dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulse Kamis 21 Juli 2011, di Pangkajene.
Peniti emas dan penghargaan KTNA itu diserahkan langsung Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo. Menariknya, HM Jaya merupakan satu-satunya sekda di Sulawesi Selatan yang mendapatkan penghargaan
itu.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadispertanak) Palopo, Drs Abdullah MP, yang dihubungi, Selasa 26 Juli 2011 kemarin, mengatakan peniti emas dan penghargaan diberikan KTNA provinsi kepada Sekkot Palopo, HM Jaya, atas kesuksesan yang dilakukan HM Jaya dalam membina petani dan nelayan di Palopo.
"Selaku pengelola anggaran di sekretariat Kota Palopo, HM Jaya telah memberikan perhatian yang begitu besar terhadap perkembangan kelompok tani dan nelayan, melalui pengalokasian anggaran," terang Abdullah.
Selama ini, sambung Abdullah, Sekkot Palopo, HM Jaya memperhatikan petani dan nelayan melalui alokasi anggaran. Apalagi, HM Jaya juga termasuk sebagai pembina KTNA Palopo.
"Beliau (HM Jaya, red) memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kemajuan kelompok tani dan nelayan di Kota Palopo. Bentuk sumbangsih yang diberikan, tidak hanya dalam bentuk pemikiran. Melainkan, dengan porsi anggaran untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani dan nelayan di Palopo," papar Abdullah.
Atas jasa-jasanya di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan itulah, sehingga HM Jaya diberikan peniti emas dan penghargaan dari KTNA Provinsi Sulsel.
"Penghargaan semacam ini sangat langka terjadi. Karena, rata-rata yang menerima penghargaan serupa hanya walikota/bupati se Sulsel. Hanya HM Jaya seorang diri satu-satunya sekda di Sulsel yang menerima apresiasi sebesar itu dari KTNA provinsi dalam bentuk peniti emas dan penghargaan," tandas Abdullah.
Sekkot Palopo, HM Jaya merasa terharu atas penghargaan yang diberikan KTNA provinsi. "Ini atas kerja sama kita semua, khususnya nelayan dan petani yang tergabung dalam KTNA Palopo," tukas HM Jaya melalui pesan singkatnya yang diterima redaksi Palopo Pos malam tadi. (abk/ikh)

Sabtu, 30 Juli 2011

MAKALE -- Kepengurusan Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tana Toraja tahun 2010-2015 diduga terjadi dualisme. Pasalnya, selain terbentuk kepengurusan KTNA Tana Toraja yang difasilitasi KTNA Provinsi Sulsel, juga muncul KTNA tandingan yang disusun Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Tana Toraja.
Dualisme kepengurusan KTNA Tana Toraja diperkuat munculnya dua SK kepengurusan KTNA tahun 2010-2015 yang berbeda. Kepengurusan KTNA Kabupaten Tana Toraja bentukan KTNA Propinsi Sulawesi-Selatan, memiliki No:61/SKEP/KTNA-Prop.Sulsel/XI/2010, tertanggal 3 Oktober 2010. SK tersebut ditandatangani Ketua KTNA Sulsel, H Abd Rahman Daeng Tayang, SH.I dan sekretaris, Drs Kaharuddin Nur. Versi KTNA Sulsel, ketua KTNA Tana Toraja Jailani Latif Hasibuan dan Sekretaris Silas Mato'.
Sementara di lain pihak juga ada SK kepengurusan KTNA Tana Toraja yang disusun Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Tana Toraja, Ir Marthen Biu. SK tersebut bernomor 3736/XII/2010 tertanggal 6 Desember 2010 yang ditandatangani Bupati Tana Toraja, Theopilus Allorerung. Dalam SK tersebut yang ditunjuk sebagai Ketua KTNA Tana Toraja adalah, Ir Paulus Saranga M.Ed didampingi Daud Andilolo sebagai sekretaris.
Terkait munculnya, dualisme kepengurusan KTNA Tana Toraja itu disesalkan Asisten Kesra Setda Tana Toraja, Ir Petrus Nari MSi. Sebab, dualisme kepengurusan itu dapat menghambat kinerja organisasi terutama dalam rangka menghadapi Pekan Nasional (Penas) KTNA, Juni mendatang di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
"Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KTNA, bahwa kepengurusan KTNA kabupaten/kota di-SK-kan pengurus KTNA provinsi. KTNA adalah organisasi sosial yang punya hirarki secara berjenjang," tandas Petrus Nari, pada koran ini siang kemarin. Oleh karena itu, di mata Petrus Nari, kepengurusan KTNA Tana Toraja yang disusun oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Tana Toraja ilegal. Alasannya karena
pembentukan kepengurusan itu tidak punya dasar sama, termasuk tidak pernah sebelumnya dilakukan musyawarah.

"Harus diingat bahwa KTNA itu adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang punya aturan sendiri. Ini bukan organisasi pemerintah. Dan hanya Kepengurusan KTNA Tana Toraja satu-satunya yang di-SK-kan bupati seluruh Indonesia," papar Petrus Nari yang juga Mantan Kadis Pertanian Tana Toraja itu serius.
Munculnya SK Kepengurusan KTNA Tana Toraja yang di-SK-kan bupati sebagai akibat Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Tana Toraja tidak faham mekanisme KTNA. Makanya, SK Bupati Tana Toraja tentang kepengurusan KTNA Tana Toraja harus dibatalkan karena tidak melalui prosedur organisasi.
"Apa kita tidak malu sama daerah lain, kalau kepengurusan KTNA Tana Toraja ditolak KTNA Provinsi. Itu karena kita tidak mengerti organisasi KTNA. Mana ada SK kepengurusan KTNA kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang ditandatangani bupati/walikota selain Tana Toraja sendiri," pungkas Petrus Nari yang juga kakak kandung anggota DPR-RI, Markus Nari.
Sumber : Palopo Pos
Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak saat menyampaikan sambutan  Rembuk Utama KTNA Nasional.
Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak saat menyampaikan sambutan Rembuk Utama KTNA Nasional. (Photo:gusdut)
Gubernur Kalimantan Timur H Awang Faroek Ishak Kemarin siang, Rabu (15/6) membuka secara resmi Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional di gedung Puteri Karang Melenu Tenggarong Seberang.
Dalam sambutannya Gubernur H Awang Faroek ishak mengatakan pembangunan pertanian dalam arti luas harus ditingkatkan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah bahkan negara. Selanjutnya dalam usaha pengembangan pertanian dalam arti luas tersebut perlu dukungan untuk menyatukan persepsi dari semua stakeholders. Salah satunya yaitu KTNA, yang merupakan organisasi dengan tujuan meningkatkan usaha tani-nelayan se tanah air.
Awang berharap dalam rembug utama KTNA bisa melahirkan terobosan-terobosan yang jitu beserta teknologi baru dalam upaya meningkatkan produktifitas usaha pertanian dalam arti luas.
“KTNA merupakan mitra kita untuk pembangunan pertanian dalam arti luas ini,” ujarnya.
Rembug utama KTNA tersebut diikuti oleh pengurus KTNA Nasioanl maupun Provinsi dan Kabupaten se tanah air. Dihadiri juga beberapa Gubernur dan kepala daerah se Indonesia, serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah Kaltim dan Kukar.
Acara pembukaan rembug tersebut, ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Awang Faroek didampingi Ketua KTNA Nasional Winarno Tohir dan Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf.(mdi)
pemukulan kentongan oleh Gubernur Awang Faroek, menandai secara resmi pembukaan Rembug Utama KTNA Nasional.
pemukulan kentongan oleh Gubernur Awang Faroek, menandai secara resmi pembukaan Rembug Utama KTNA Nasional. (Photo:gusdut)